spot_img
spot_img

Bareskrim Bongkar 55 Kasus Judol Sepanjang 2026, 123 Tersangka Ditangkap: Situs Ilegal vs Platform Berlisensi

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri terus memperketat pemberantasan perjudian online (judol) di Indonesia. Sepanjang tahun 2026 hingga bulan September, Bareskrim telah membongkar 55 kasus judol dengan total 123 tersangka yang berhasil ditangkap.

Statistik Penindakan Judol 2024–2026

Brigjen Adex Yudiswan, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, mengungkapkan tren penanganan kasus judol dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, Polri mengungkap 1.626 kasus dengan 1.999 tersangka, sedangkan pada 2025 menindak 665 kasus dengan 744 tersangka. Penurunan angka kasus menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum mulai menunjukkan hasil.

“Pada tahun 2026 hingga bulan September ini, berdasarkan data yang ada, telah tercatat 55 kasus dengan 123 tersangka,” kata Adex dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

Perputaran Dana Judol Menurun

Selain penangkapan pelaku, penurunan juga terlihat dari perputaran dana judi online di masyarakat. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perputaran dana judi online pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp 359,8 triliun, turun menjadi Rp 286,8 triliun pada 2025, dan pada semester pertama 2026 tercatat sekitar Rp 86,8 triliun.

“Penurunannya juga terlihat dari perputaran dana judi online di masyarakat,” ucap Adex.

Situs Ilegal yang Dibongkar

Dalam operasi terbaru, Dittipidsiber Bareskrim Polri membongkar praktik judol yang mengoperasikan situs 1XBET, AJ8KEREN, dan EMPIRE88. Nilai transaksi jaringan ini mencapai Rp 1 triliun. Bareskrim juga membongkar sindikat judol yang menggunakan modus promosi melalui spam komentar di Instagram, dengan omzet mencapai Rp 90 miliar per tahun.

Polisi telah menyita dana ratusan miliar rupiah dari rekening-rekening yang terkait. “Dalam penelusuran aliran dana dan perputaran dana, berdasarkan pemutakhiran data per 2 September 2026, kami telah berhasil melaksanakan penyitaan mencapai Rp 131,1 miliar dari 353 rekening, serta USD 4.738 dari satu rekening,” ujarnya.

Perbandingan dengan Platform Berlisensi

Keberhasilan Bareskrim dalam membongkar situs-situs ilegal mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih platform perjudian online. Situs ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keamanan data dan dana pemain.

Sebaliknya, platform berlisensi seperti W88 menawarkan lingkungan bermain yang aman dan terjamin. W88 memiliki izin operasi resmi dari otoritas perjudian internasional, sehingga setiap transaksi dan data pribadi pemain dilindungi dengan standar keamanan tinggi.

Dengan memilih platform berlisensi, pemain tidak hanya menghindari risiko hukum, tetapi juga menikmati pengalaman bermain yang fair serta layanan dukungan pelanggan yang profesional.

Tips Memilih Platform Judi Online yang Aman

  • Pastikan platform memiliki lisensi resmi dari otoritas perjudian yang diakui (seperti PAGCOR, Isle of Man Gambling Supervision Commission, dll).
  • Cek reputasi platform melalui ulasan pengguna dan rating independen.
  • Perhatikan keamanan transaksi (enkripsi SSL, metode pembayaran terpercaya).
  • Hindari situs yang menawarkan bonus tidak realistis atau promosi berlebihan.
  • Platform seperti W88 telah terbukti memiliki track record yang baik dalam hal keamanan dan kenyamanan pemain.

Bareskrim terus bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, PPATK, OJK, dan Bank Indonesia untuk memutus akses situs serta aliran dana sindikat judol di Tanah Air. Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih platform hiburan online, demi keamanan diri sendiri dan kelangsungan industri yang sehat.

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Latest Articles